Pengertian & Ruang Lingkup Bisnis Syariah

Definisi Hukum:
Dari perspektif hukum positif:


”Keseluruhan norma yang oleh penguasa negara atau penguasa masyarakat yang berwenang menetapkan, dinyatakan atau dianggap sebagai peraturan yang mengikat bagi sebagian atau seluruh anggota masyarakat dengan tujuan untuk mengadakan suatu tata cara yang dikehendaki oleh penguasa tersebut” (H.M.N. Purwosutjipto)


Dari perspektif Islam:


“Kumpulan ketentuan Allah SWT, Sunnah Rasul dan ijtihad ulil amri yang merupakan suatu totalitas yang ditujukan untuk mengatur kehidupan manusia di tengah alam semesta untuk mencapai ketentraman hidup di dunia dan keselamatan serta kebahagiaan hidup di akhirat” (Gemala Dewi)


PENGERTIAN BISNIS:
Bisnis merupakan semua atau segala aktivitas individu atau organisasi untuk memproduksi dan memasarkan barang atau jasa kepada konsumen dengan tujuan memperoleh profit.

Bisnis Syariah:

segala aktivitas bisnis yang sesuai dengan Syariah Islam.


Definisi Hukum Bisnis:

”Suatu perangkat kaedah yang mengatur tentang tata cara pelaksanaan urusan atau kegiatan dagang, industri tau keuangan yang dihubungkan produksi atau pertukaran barang atau jasa dengan menempatkan uang dari para enterpreneur dalam risiko tertentu dengan motif adalah untuk mendapatkan keuntungan tertentu”

(Munir Fuady)


Prinsip Syariah:

Prinsip hukum Islam berdasarkan fatwa yang merujuk kepada Al-quran dan hadist yang dikeluarkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan dalam penetapan fatwa di bidang syariah (dhi. MUI)

ruang lingkup bisnis syariah meliputi 3 cakupan :

1.  Akad-Akad yang menyangkut INPUT, yaitu faktor-faktor produksi, misalnya tentang permodalan, bentuk badan usaha (organisasi bisnis)

2.   Akad-akad yang menyangkut PROSES, misalnya hukum syariah tentang teknologi dan manajemen, hukum syariah tentang barang dan jasa yang diproduksi, hukum-hukum pemasaran, hukum-hukum jual beli.


3.   Akad-akad yang menyangkut OUTPUT, yaitu profit (laba), misalnya hukum bagi hasil, hukum tentang ujrah (gaji/upah), hukum seputar zakat dan shadaqah, dll.


Prinsip syariah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana dan/atau pembiayaan kegiatan usaha, atau kegiatan lainnya yang sesuai dengan syariah. Prinsip tersebut mengacu pada prinsip-prinsip hukum muamalah . Relevansinya sebagai landasan untuk memahami berbagai transaksi yang dilarang dalam agama Islam terkait dengan aktivitas ekonomi antar individu.Sistem perbankan syariah yang dalam pelaksanaannya berlandaskan pada syariah (hukum) Islam, menonjolkan aspek keadilan dan kejujuran dalam bertransaksi, investasi yang beretika, mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan dalam berproduksi dan menghindari kegiatan spekulatif dari berbagai transaksi keuangan. Lebih jauh lagi, kemanfaatannya akan dinikmati tidak hanya oleh umat Islam saja, tetapi dapat membawa kesejahteraan semua kalangan masyarakat (rahmatan lil alamin).


Pengertian Riba


Menurut istilah bahasa Arab disebut juga Az-Ziadah yang berarti tambahan atas modal baik penambahan itu sedikit atau banyak.

Sedangkan dalam istilah bahasa Indonesia riba diartikan sebagai pelepas  uang, lintah  darat, bunga uang dan rente.


Jenis-Jenis Riba:


Riba Al-Nasi’ah

-  Istilah nasi’ah berasal dari nasa’a yang berarti penundaan yang mengacu kepada penangguhan waktu penyerahan atau penerimaan jenis barang ribawi dengan jenis barang ribawi lainnya.

-  Riba nasi’ah muncul karena adanya perbedaan, perubahan, premi, atau tambahan antara yang diserahkan saat ini dengan yang diserahkan kemudian.


Jenis-Jenis Riba (Cont ...):

Riba Al-Fadl
-   Riba Al-Fadl adalah pertukaran antara barang-barang sejenis dengan kadar atau takaran yang berbeda, atau dengan kata lain riba Al-Fadl muncul dalam perdagangan yang tidak adil dan merugikan salah satu pihak.

-  Untuk menghindari terjadinya riba al-fadl maka diperlukan pengetahuan yang sama mengenai harga yang berlaku pada saat transaksi terjadi oleh penjual dan pembeli. Hal tersebut penting untuk menghindari kecurangan dalam penetapan harga dan kualitas barang yang ditransaksikan.


Bunga bank = riba ???

-  Bunga dari semua jennis pinjaman hukumnya riba dan diharamkan (Hasil Muktamar II Lembaga Riset Islam al Azhar, Kairo, Mei 1965 yang dihadiri utusan dari 35 negara Islam)

-  Setiap tambahan atas hutang yang telah jatuh tempo dan orang yang berutang tidak mampu membayarnya dan sebagai imbalan atas penundaannya itu, demikian pula tambahan atas pinjaman yang ditetapkan di awal perjanjian, maka benutk-bentuk ini adalah riba yang diharamkan dalam syariat 

Demikian Pembahasan Mengenai Pengertian & Ruang Lingkup Bisnis Syariah, semoga bermanfaat

Comments

Popular Posts